Ragam Cerita Karya dari Desa Nusantara
Synopsis
Berdasarkan sejarahnya Desa Wonotirto merupakan sebuah hutan lebat yang mana pertama dibabat oleh Mbah Tirto Mangunkusuma sebelum nama Wonotirto dulu bernama "Panggung Janjang". Mbah Tirto Mangunkusuma berwasiat apabila tempat tersebut menjadi sebuah desa namanya untuk dijadikan nama desa. Pada tahun 1870 akhirnya menjadi desa Wonotirto. Desa Wonotirto terbentuknya pemerintahan permanen pada tahun 1880 dan mengalami kemajuan baik pemerintahan maupun keadaan desanya sampai sekarang. Desa Wonotirto juga dikenal dengan macan putih yang kononnya dahulu Mbah Tirto merupakan seseorang yang sangat tirakat dan mempunyai keilmuan yang hebat sehingga untuk mengamankan desa muncul sosok macan yang menjadi dayangnya. Karena dayangnya macan yang buas sehingga desa menjadi aman dan tentram. Namun ada kejadian sosok macan tersebut menampakkan wujudnya yang mana diklaim masyarakat bahwa akan ada bencana pada desa tersebut. Akhirnya macan tersebut hilang dan desa tetap aman sampai sekarang. Penduduk Desa Wonotirto mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan wirausaha (UMKM). Desa tersebut kebanyakan menanam tebu. Dari mata produksi peternakan yang di pelihara oleh masyarakat yaitu sapi, dan kambing. Pada aspek UMKM yaitu usaha pembuatan kripik dan kue yang mobilitasnya di desa, kecamatan, kabupaten. Selain matapencaharian tersebut di Desa Wonotirto ini memiliki penurunan tanah/batu kaulin sehingga dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat yang dapat dikembangkan dengan didukung oleh SDM yang berkualitas dan berkualitas. Akhirnya macan tersebut hilang dan desa tetap aman sampai sekarang. Penduduk Desa Wonotirto mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan wirausaha (UMKM). Desa tersebut kebanyakan menanam tebu. Dari mata produksi peternakan yang di pelihara oleh masyarakat yaitu sapi, dan kambing. Pada aspek UMKM yaitu usaha pembuatan kripik dan kue yang mobilitasnya di desa, kecamatan, kabupaten. Selain matapencaharian tersebut di Desa Wonotirto ini memiliki penurunan tanah/batu kaulin sehingga dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat yang dapat dikembangkan dengan didukung oleh SDM yang berkualitas dan berkualitas. Akhirnya macan tersebut hilang dan desa tetap aman sampai sekarang. Penduduk Desa Wonotirto mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan wirausaha (UMKM). Desa tersebut kebanyakan menanam tebu. Dari mata produksi peternakan yang di pelihara oleh masyarakat yaitu sapi, dan kambing. Pada aspek UMKM yaitu usaha pembuatan kripik dan kue yang mobilitasnya di desa, kecamatan, kabupaten. Selain matapencaharian tersebut di Desa Wonotirto ini memiliki penurunan tanah/batu kaulin sehingga dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat yang dapat dikembangkan dengan didukung oleh SDM yang berkualitas dan berkualitas. Dari mata produksi peternakan yang di pelihara oleh masyarakat yaitu sapi, dan kambing. Pada aspek UMKM yaitu usaha pembuatan kripik dan kue yang mobilitasnya di desa, kecamatan, kabupaten. Selain matapencaharian tersebut di Desa Wonotirto ini memiliki penurunan tanah/batu kaulin sehingga dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat yang dapat dikembangkan dengan didukung oleh SDM yang berkualitas dan berkualitas. Dari mata produksi peternakan yang di pelihara oleh masyarakat yaitu sapi, dan kambing. Pada aspek UMKM yaitu usaha pembuatan kripik dan kue yang mobilitasnya di desa, kecamatan, kabupaten. Selain matapencaharian tersebut di Desa Wonotirto ini memiliki penurunan tanah/batu kaulin sehingga dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat yang dapat dikembangkan dengan didukung oleh SDM yang berkualitas dan berkualitas.