Integrasi Sains dan Munakahat: Kajian Kafa'ah, Larangan Perkawinan, Pergaulan Suami Istri, dan 'Iddah
Synopsis
Buku ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap pembelajaran fikih munakahat di perguruan tinggi Islam yang terkadang masih terasa jauh dari realitas kehidupan modern. Mahasiswa sering mempelajari berbagai ketentuan hukum pernikahan dalam Islam, tetapi belum banyak diajak memahami alasan dan hikmah di balik ketentuan tersebut, termasuk keterkaitannya dengan aspek ilmiah, sosial, maupun relevansinya dalam kehidupan masa kini. Padahal, pemahaman yang lebih mendalam mengenai tujuan dan nilai di balik hukum Islam dapat membantu mahasiswa melihat bahwa fikih munakahat bukan hanya kumpulan aturan normatif, tetapi juga pedoman yang memiliki makna dan manfaat bagi kehidupan manusia.
Buku ini mencoba menjawab keresahan itu. Dengan pendekatan integrasi antara fikih munakahat dan ilmu pengetahuan modern terutama biologi reproduksi, genetika, dan psikologi, buku ini berupaya menunjukkan bahwa wahyu Allah bukan hanya benar secara teologis, tetapi juga mengandung kebijaksanaan yang terkonfirmasi oleh sains. Bukti-bukti ilmiah tidak dimaksudkan untuk 'membuktikan' Al-Qur'an, karena Al-Qur'an tidak memerlukan pembuktian dari sains. Melainkan, keduanya dihadirkan berdampingan sebagai dua jendela untuk melihat kebenaran yang sama.