Model Pembelajaran REALMATH-SDGs: Relevant, Engaging, Anxiety-Free Learning for Mathematics through SDGs.
Synopsis
Mengapa kita harus mempelajari ini?" Pertanyaan sederhana dari mahasiswa tersebut sering kali menjadi tantangan terbesar di ruang kelas matematika. Di satu sisi, matematika adalah kunci penguasaan teknologi dan inovasi masa depan. Namun, di sisi lain, realitas menunjukkan bahwa pembelajaran matematika sering kali terjebak pada hafalan rumus abstrak yang memicu kecemasan (math anxiety) dan mematikan keterlibatan siswa.
Buku Model Pembelajaran REALMATH-SDGs hadir sebagai jawaban komprehensif atas paradoks tersebut. Buku ini memperkenalkan sebuah kerangka kerja pedagogis inovatif yang dibangun di atas tiga pilar fundamental: Relevant (Relevan), Engaging (Menarik), dan Anxiety-Free (Bebas Cemas).
Melalui model ini, matematika tidak lagi diajarkan sebagai entitas yang terisolasi. Penulis mengintegrasikan konteks Sustainable Development Goals (SDGs) secara sistematis, mengubah angka-angka statistik menjadi alat analisis yang tajam untuk membedah isu-isu global seperti kemiskinan, kesenjangan gender, dan perubahan iklim. Strategi ini tidak hanya menjawab masalah relevansi, tetapi juga dirancang untuk melatih keterampilan abad ke-21 yang paling krusial: Berpikir Kritis (Critical Thinking).
Di dalam buku ini, akan menemukan: 1) Landasan Filosofis & Teoretis: Sintesis mendalam tentang Realistic Mathematics Education (RME), pembelajaran kooperatif, dan psikologi kognitif untuk mengatasi kecemasan matematika. 2) Panduan Praktis Implementasi: Sintaks pembelajaran langkah demi langkah, mulai dari fase orientasi masalah hingga pameran proyek.3) Strategi Asesmen Autentik: Teknik penilaian yang berfokus pada proses kolaborasi dan kemampuan pemecahan masalah, bukan sekadar hasil akhir.
Dirancang khusus bagi dosen LPTK, mahasiswa calon guru, dan guru profesional , buku ini bukan sekadar kumpulan teori, melainkan sebuah manual praktis untuk mentransformasi kelas matematika dari yang ditakuti menjadi yang dinanti, dari sekadar berhitung menjadi berpikir.