Mengukir Aksara di Bumi Pucanglaban
Synopsis
Empat puluh hari di Desa Pucanglaban bukan sekadar menjalankan program Kuliah Kerja Nyata. Di sana, setiap langkah menjadi baris cerita, setiap senyum menjadi aksara, dan setiap perpisahan meninggalkan jejak yang sulit terhapus.
Antologi ini merangkum kisah-kisah nyata mahasiswa yang berbaur dengan kehidupan masyarakat di ujung selatan Tulungagung. Dari udara pegunungan yang sejuk, debur ombak pantai yang menenangkan, hingga tradisi dan kearifan lokal yang begitu lekat, semua tersaji dalam rangkaian pengalaman yang hangat dan penuh makna.
Di balik tawa anak-anak, gotong royong warga, dan aroma kopi di teras rumah, para penulis menemukan arti kebersamaan, ketulusan, dan rasa syukur. Pucanglaban tak lagi sekadar nama desa di peta, ia telah menjadi halaman hidup yang mengajarkan hatiĀ untukĀ pulang.