WIDORO DALAM SECANGKIR KENANGAN
Synopsis
Dalam setiap langkah pengabdian, terdapat pelajaran yang tak tertulis di
silabus mana pun dan itulah yang saya saksikan selama mendampingi mahasiswa
peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Widoro, Kecamatan Gandusari,
Kabupaten Trenggalek. Pengalaman mereka selama empat puluh hari di desa ini
bukan sekadar program akademik, tetapi sebuah proses menjadi manusia seutuhnya
belajar mendengarkan, melibatkan diri, dan berbaur dalam denyut kehidupan
masyarakat.
Antologi ini lahir dari cerita-cerita yang tumbuh secara alami, ditulis oleh para
mahasiswa yang bukan hanya mencatat peristiwa, tetapi juga meresapi makna di balik
setiap interaksi. Widoro mengajarkan mereka dan kita semua bahwa keramahan,
gotong royong, dan tradisi bukanlah slogan, tetapi praktik hidup sehari-hari yang
mengikat antarwarga dalam jalinan yang kuat dan tulus.
Saya merasa bangga dapat menyaksikan langsung bagaimana mahasiswa
bertransformasi dari sekadar pelaksana program menjadi bagian dari komunitas.
Mereka tidak hanya memberi, tetapi juga banyak menerima kenangan, nilai, dan
pelajaran hidup. Dan kini, mereka menuangkannya dalam secangkir kenangan yang
hangat ini.
Semoga buku ini tak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga
menjadi pengingat bahwa proses belajar yang paling bermakna seringkali terjadi di
luar ruang kelas di bawah langit Widoro, bersama masyarakat yang tanpa pamrih
membukakan pintu rumah dan hati mereka.